Featured

Ishaq Madeamin | www.ak-ishaq.com | Media Berbagi Pengatahuan
Diberdayakan oleh Blogger.

Penafsiran Hasil Penelitian Tindakan Kelas

Data yang diperoleh dari hasil penelitian tindakan kelas memiliki arti yang sangat bermanfaat bagi pelaksana, sekolah, dan juga tentunya untuk siswa. Untuk itu langkah selanjutnya dari data yang telah dianalisis adalah menginterpretasi hasilnya.

Interpretasi diartikan sebagai pendapat, tafsiran atau pandangan teoretis terhadap sesuatu (berdasarkan hasil analisis data)yang berujung pada penarikan kesimpulan penelitian. Dalam penyusunan kesimpulan penelitian tindakan dapat dilakukan secara bervariasi, namun pada dasarnya seorang peneliti berpegang pada tahap-tahap presentase data, penafsiran data, intergrasi dari temuan penelitian, dan aplikasi hasil temuan.

penafsiran data menuntut agar peneliti menjelaskan makna data yang diperoleh dan sesuai dengan pertanyaan-pertanyaan penelitian yang diajukan. Dalam hal ini, Stringer mengemukakan beberapa teknik dalam penafsiran hasil analisis data penelitian tindakan (data kualitatif), yaitu:
  1. Memperluas analisis dengan mengajukan pertanyaan. Hasil analisis masih memiliki makna yang sempit, dengan pengajuan pertanyaan-pertanyan penelitian maka hasil tersebut akan lebih terlihat maknanya.
  2. Menghubungkan hasil analisis dengan literatur atau pandangan beberapa ahli.
  3. Kembalikan pada teori. Mengaitkan hasil analisis data dengan menghubungkan atau meninjau dari teori yang relevan terhadap pertanyaan-pertanyaan atau permasalahan penelitian yang dihadapi.
  4. Menghubungkan antara temuan dengan pengalaman. Karakteristik penelitian tindakan salah satunya adalah sangat erat dengan pribadi peneliti dalam hal pengalaman, pengalaman peneliti yang banyak memungkinkan hasil analisis data dapat dihubungkan
  5. Nasihat atau pendapat yang kritis. Ini dapat dilakukan dengan meminta pandangan, ide, saran pada seprofesi.
Melalui hasil analisis data dan kemudian menafsirkan temuan dengan data tersebut dapat diketahui apakah kegiatan penelitian tindakan dapat memperbaiki hasil pembelajaran (dalam domain kognitif, afektif,  psikomotor, dan aspek-aspek lainnya)

Diolah dari berbagai sumber

Analisis Data

Analisis data dan intrepretasi data terhadap data yang berhasil dikumpulkan dalam pelaksanaan penelitian tindakan dapat dilakukan sepanjang proses penelitian.

Teknik Pengumpulan Data

Dalam pelaksanaan semua jenis penelitian termasuk penelitian tindakan kelas maka prosedur atau teknik pengumpulan data memiliki peran penting.

Persyaratan Pengumpulan Data

Dalam melakukan pengumpulan pada penelitian tindakan kelas tidak hanya menggunakan satu teknik tertentu, tetapi multi teknik dan tentunya juga dengan multi instrumen sebagai alat pengumpul data.

Hipotesis Tindakan

Hipotesis diartikan sebagai dugaan sementara pada penelitian yang akan dilakukan. Termasuk dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas, hipotesis dibutuhkan sebagai acuan peneliti, yang disebut dengan hipotesis teindakan.

Kerangka Pikir dalam PTK

Kerangka berpikir adalah serangkaian konsep dan kejelasan hubungan antar konsep tersebut yang dirumuskan oleh peneliti berdasar tinjauan pustaka, dengan meninjau teori yang disusun dan hasil-hasil penelitian yang terdahulu yang terkait.

Identifikasi Masalah dalam PTK

Apabila dalam kelas terjadi suatu kondisi yang tidak diharapkan, maka dapat dipastikan telah terjadi suatu masalah, misalnya pembelajaran yang tidak kondusif ketika pembelajaran sedang berlangsung atau

Menentukan Fokus Masalah

Fokus masalah lebih diidentikkan dengan langkah yang mengawali dalam perencanaan penelitian tindakan kelas, bagi seorang peneliti sekaligus seorang pengajar di dalam kelas maka penentuan fokus masalah dapat dirasakan pada proses-proses pembelajaran yang berlangsung.

Karakter Peneliti dalam PTK

Manusia itu sebagai mahluk yang memiliki kemampuan yang lengkap dibanding dengan mahluk lainnya, yaitu kemampuan menghadapi situasi yang berbeda-beda dan ketidakmenentuan terhadap kondisi yang dihadapi. Seperti halnya kondisi-kondisi yang terjadi dalam kelas.

Model PTK (5): Model McKernan

Model McKernan (Modifikasi dari Hopkins), model PTK lebih detail dalam pelaksanaan tahap-tahap PTK.

Model PTK (4): Model Ebbut

Ebbutt menilai bahwa reconnaissance atau pengawasan dalam proses PTK bukan hanya masalah penemuan fakta saja, lebih dari itu.

Model PTK (3): Model Spiral dari Kemmis & Taggart

Model PTK berikut ini merupakan model yang paling diminati oleh para peneliti tindakan kelas, model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Taggart merupakan model yang bagannya menggambarkan kegiatan spiral.

Model PTK (2): Model Lewin Menurut Elliot

Pada tulisan sebelumnya dijelaskan Model PTK (1): Model Lewin tafsiran Kemmis, maka pada tulisan keduan tentang model-model PTK, saya ingin menyampaikan model Lewin yang ditafsirkan oleh Elliot.

Model PTK (1): Model Lewin Tafsiran Kemmis

Berikut ini gambar model pelaksanaan PTK yang dikemukakan oleh Lewin yang kemudian ditafsirkan oleh Kemmis

Langkah-langkah PTK

A. Fokus Masalah
Kegiatan PTK sebelum pelaksanaan penyusunan rencana PTK merupakan kegiatan yang mendasari pelaksanaan PTK, yang berupa kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

Karakteristik PTK

Beberapa ahli telah memberikan kombinasi dari berbagai definisi tentang PTK yang pada hakikatnya memunculkan empat karakteristik utama, yaitu:

Konsep Penelitian Tindakan Kelas

Penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencarian sistematik yang dilaksanakan oleh para pelaksana program dalam kegiatannya sendiri (dalam dunia pendidikan dilakukan oleh

Manfaat, Keterbatasan dan Persyaratan PTK

A. Tujuan dan Manfaat

PTK merupakan salah satu metode penelitian yang berorientasi menyelesaikan permasalahan dalam kelas sekaligus mencari jawaban ilmiah mengapa hal tersebut dapat dipecahkan melalui

Pengertian Penelitian Tindakan Kelas

Istilah PTK berasal dari bahasa Inggris Classroom Action Research dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), PTK adalah sebuah kegiatan pengkajian yang dilakukan oleh guru untuk

Perkembangan Penelitian Tindakan Kelas

PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) pertama kali diperkenalkan oleh Kurt Lewin, seorang ahli psikologi sosial Amerika pada tahun 1946. Inti gagasan Kurt Lewin kemudian dikembangkan oleh ahli lainnya, antara lain: Stephen Kemmis, Robin Mc. Taggart, Jhon Elliot, Dave Ebbut, dkk. Sedangkan di Indonesia, PTK baru dikenal pada akhir dekade 80-an.
 
© Ishaq Madeamin Blog | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and Menopause symptoms
Powered by Blogger