Featured

Ishaq Madeamin | www.ak-ishaq.com | Media Berbagi Pengatahuan
Diberdayakan oleh Blogger.

Moodle, Apa yang Dapat Dilakukan?

Tulisan sebelumnya (Moodle, Pembelajaran Berbasis Web) dikatakan bahwa terdapat kemiripan antara pembelajaran konvensional (tatap muka) dengan pembelajaran berbasis web dengan memanfaatkan aplikasi Moodle.

Guru Inisiator

Seorang guru memperkenalkan metode pembelajaran yang menekankan pengembangan kemampuan/keterampilan bertanya di kalangan para siswa sebagai ganti dari metode ceramah. Manakala kemampuan/keterampilan bertanya telah tumbuh dan berkembang di kalangan para siswanya, berarti sang guru telah berhasil menerapkan teknologi dalam kegiatan pembelajarannya. Atau, sang guru telah melakukan suatu pembaharuan dalam kegiatan pembelajaran.

Bagan Hasil Modifikasi Model Pengembangan Pembelajaran Berbasis TIK

Ada tiga tulisan sebelumnya yang saya sampaikan di blog ini (silahkan baca tahap-tahapnya: Identifikasi, Pengembangan, dan Penyebaran). Pada tulisan kali ini saya ingin menampilkan bagannya.

Modifikasi Model Pengembangan [Tahap Penyebaran] selesai

Tulisan sebelumnya dari 3 tulisan tentang modifikasi model pengembangan sebagai acuan dalam melakukan penelitian dan pengembangan adalah membahas langkah-langkah yang dilakukan pada tahap pengembangan.

Modifikasi Model Pengembangan [Tahap Pengembangan]

Pada tulisan sebelumnya tentang modifikasi model pengembangan, yang diberi nama Tahap Identifikasi yang dilaksanakan sebagai langkah awal dalam melakukan penelitian dan pengembangan (Research and depelovment)

Modifikasi Model Pengembangan [Tahap Identifikasi]

Tulisan sebelumnya saya sudah memaparkan beberapa kelebihan dan kekurangan beberapa model pengembangan, pada tulisan kali saya ingin menyampaikan 'modifikai model pengembangan'

Stop Plagiat!

Ishaq Madeamin, Catatan tentang kasus copy vaste
Kaki tidak akan pernah melangkah secara serentak, jika itu terjadi maka kemungkinan terjatuh sangat besar.

Kelebihan dan kekurangan model pengembangan

Berdasarkan analisis yang dilakukan dari 2 (dua) model pengembangan sistem pembelajaran dan 1 (satu) model pengembangan perangkat pembelajaran (silahkan baca model-model pengembangan: Model Kemp, Model Dick dan Carey, dan Model Thiagarajan, dkk. ).

Model pengembangan Four-D

Model pengembangan perangkat seperti yang disarankan oleh Thiagarajan, dkk (1974) adalah model 4-D, yang terdiri dari 4 tahap pengembangan, yaitu define, design, develop, dan dessimenate. Model pengembangan Four-D (4-D)

Model pengembangan menurut Dick-Carey

Perancangan pengajaran menurut sistem pendekatan model Dick dan Cerey, yang dikembangkan oleh Walter Dick dan Lou Carey. Model pengembangan ini ada kemiripan dengan model Kemp,tetapi ditambah komponen melaksanakan analisis pembelajaran, terdapat tahap yang akan dilewati pada proses pengembangan dan perencanaan tersebut.

Berikut gambar model pengembangan oleh Dick dan Carrey.

Model pengembangan menurut Kemp

Menurut Kemp (dalam, Permana, 2009:2) pengembangan perangkat merupakan suatu lingkaran yang kontinu. Tiap-tiap langkah pengembangan berhubungan langsung dengan aktivitas revisi.

Model Pengembangan dalam Penelitian

Dalam melaksanakan pengembangan pembelajaran atau pengembangan perangkat pembelajaran diperlukan model-model pengembangan yang sesuai dengan sistem pendidikan.

Teknologi Informasi & Komunikasi dalam Pembelajaran

Pembelajaran sistem konvensional merupakan sebuah sistem pembelajaran yang mengedepankan aktivitas yang didominasi oleh guru atau pengajar, pelajar bersifat pasif, diam, mendengar, dan sekali-kali memperhatikan.

Namun bukan berarti sistem pembelajaran model ini tidak memiliki kelebihan, kalau kita mau kembali merenungkan apa yang kita alami di kelas beberapa tahun yang lalu dengan sistem pembelajaran tradisional, hanya dengan alat seadanya "sepasang papan tulis dan kapur tulis" ternyata juga mampu menciptakan manusia-manusia yang terdidik, memiliki wawasan pengetahuan dan keilmuan.

Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada yang salah dengan sistem pembelajaran tradisional atau konvensional, atau dengan perangkat pembelajaran yang seadanya, papan tulis hitam, kapur tulis, buku usang dimakan rayap, atau ruang kelas yang mirip kandang kambing, atau bahkan bangku kelas yang diisi sampai 3 orang pelajar. Selama sistem pembelajaran dilakukan secara sistematis untuk mencapai tujuan pembelajaran, maka akan mampu menciptakan pelajar-pelajar yang berilmu, jika itu masih tidak bisa, bukan karena sistem pembelajaran yang salah tapi karena individu pembelajar.

Perkembangan TIK yang Begitu Pesat
Jika sistem pembelajaran konvensional mampu menciptakan pelajar yang hebat plus terciptanya teknologi pembelajaran yang baru buah dari pembelajaran konvensional, apa lagi jadinya dan hebatnya jika pembelajaran menggunakan sistem pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), agak sulit juga membayangkan kemampuan pelajar kita jika dalam sistem pembelajaran kita sudah mampu menerapkan aplikasi TIK dalam pembelajaran, bukan saja sebagai media pembelajaran tetapi dalam bentuk sumber belajar atau apapun jenisnya.

Dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat, saya kira tinggal menunggu waktu saja sistem pembelajaran akan bergeser dari konvesional menjadi sistem modern, dimana semua hal yang berhubungan dengan pembelajaran akan termanfaatkan pada proses pembelajaran. Proses pembelajaran tidak hanya akan berlangsung dalam kelas atau laboratorium, akan tetapi sistem pembelajaran  dapat berlangsung kapan saja dan dimana saja tanpa harus dibatasi oleh ruang dan waktu.

Proses pembelajaran tanpa batasan ruang dan waktu merupakan sistem  pembelajaran modern yang merupakan desain dan aplikasi teknologi informasi dan komunikasi, banyak aplikasi TIK yang dapat digunakan dalam sistem pembelajaran modern, baik berupa media pembelajaran dalam kelas maupun luar kelas ataupun dapat digunakan sebagai sumber belajar, sumber belajarpun dapat dibagi dalam dua bagian sistem online maupun offline.

Dengan sistem online, sumber belajar terhubung dengan jaringan internet, sedangkan sistem offline lebih banyak digunakan dengan pemakaian tanpa koneksi internet atau digunakan individu (pelajar). Dengan sistem pembelajaran online, rangkaian proses pembelajaraan maupun hasil belajar terasa akan lebih efektif dibanding dengan sistem pembelajaran konvesional (menurut beberapa penelitian). Indikasi tingkat efektivitasnya dapat di lihat pada proses pembelajaran, dimana pada proses pembelajaran menekankan aktivitas pelajar sangat dominan, seperti mengemukakan ide, mencari informasi pengetahuan, mengerjakan tugas dll. Tetapi sistem pembelajaran ini tak lepas dari pengaruh guru dengan kapasitasnya sebagai fasilitator pembelajaran, yang dapat berupa penyedia media pembelajaran online, mengarahkan pelajar, memotivasi pelajar, menjawab pertanyaan yang diajukan maupun mengadakan tutorial.

Masalah yang Muncul
Jika sistem pembelajaran berbasis TIK secara umum atau secara khusus mampu memanfaatkan perangkat teknologi ke dalam sistem pembelajaran dalam kelas maupun luar kelas (lingkungan), maka harapan mutu atau kualitas pelajar kita akan lebih baik lagi. Masalahnya sekarang sampai di mana kemampuan kita memanfaatkan teknologi kedalam sistem pembelajaran?. Sekali lagi saya ingin mengatakan bahwa produk-produk pendidikan untuk kepentingan dunia pendidikan, baik itu peraturan ataupun perangkat yang berupa teknologi tidak pernah ada yang salah, yang salah itu adalah penggunanya, termasuk guru maupun pelajar (termasuk penulis)

oleh: Ishaq Madeamin (Sumber: Bugishq blog)



Update via Email
Masukkan email Anda!: Email yang Anda masukkan akan menerima tulisan-tulisan terbaru dari AK Ishaq blog. Terimakasih.

 
© Ishaq Madeamin Blog | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and Menopause symptoms
Powered by Blogger